Archive for November, 2006

Smack Down Membawa Korban

Thursday, November 23rd, 2006

Smack Down’ Renggut Nyawa Siswa SD dan Berujung Proses Hukum

Bandung - Niat hanya bermain-main menirukan adegan gulat Smack Down yang
ditayangkan televisi, tapi akhirnya malah berujung proses hukum.
Sebanyak enam orang terkait kematian Reza Ikhsan Fadillah (9), siswa
kelas III SD Cingcin I Katapang, Kabupaten Bandung, diperiksa Polsek
Banjaran Bandung.

Kepolisian Sektor Banjaran Bandung kini tengah menginvestigasti kasus
dugaan penganiayaan yang dilakukan sedikitnya 3 siswa SMP. Kapolsek
Banjaran Ajun Komisaris Polisi Legawa mengatakan pihaknya sudah
memeriksa 6 orang terkait kematian Reza.

Reza selama sebulan menderita sakit demam tinggi hingga akhirnya hilang
kesadaran selama sebulan dan mengalami patah tulang kiri, setelah
bermain-main gulat ‘Smack Down’ bersama senior-seniornya di kelompok
pengajian kompleks Bandasari, Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Menurut Legawa, hasil pemeriksaan sementara, kasus ini belum mengarah
tindak pidana. "Menurut keterangan lima teman korban yang bermain Smack
Down bersama, korban tidak terlihat terluka dan dilakukan dalam
permainan," ujar dia, Kamis (23/11/2006).

Oleh sebab itu, kata dia, kepolisian melanjutkan penyelidikan dengan
meminta /medical record/ pada tim medis RSHS yang sempat merawat Reza di
Intensive Care Unit (ICU) selama 6 hari. Enam saksi yang diminta
keterangan, selain anak-anak usia 12 dan 15 yang bermain Smack Down
dengan Reza, juga turut diperiksa ayah Reza, Herman Suratman (53).

Menurut Herman, anak ketiganya mulai demam dan panas tinggi 20 November
2006. Meski sudah diberi obat turun panas, panasnya tak kunjung turun.
Hingga dua hari kemudian dibawa ke RSHS. Hanya satu hari di Unit Gawat
Darurat, Reza yang masih duduk di kelas 3 SD itu langsung masuk ke ICU
karena kesadaran mulai menurun.

"Panasnya nggak turun, dokter khawatir. Berdasarkan rontgen, bahu tangan
kirinya renggang seperti copot, terlihat ada memar di kepala dan luka
dalam di dada. Mungkin akibat dibanting," ujar Herman yang memiliki 5
anak dari pernikahannnya selama 16 tahun dengan Didah Ai Saadah (37).

Reza sendiri tak berterus terang soal luka yang dideritanya. Namun,
Herman akhirnya mendapat informasi dari teman-teman mengaji Reza di
Masjid Jamie Banda Asri. "Kata mereka, Reza di-’Smack Don’ sama Aa-Aa
(kakak-kakak senior) di madrasah," ujar Herman, menirukan teman-teman Reza.

Akhirnya dia menanyai tiga senior Reza, yang mengakui memang sempat
bermain ‘Smack Down’ di sela-sela kegiatan mengaji. "Kamis 16 November,
dia tiba-tiba sesak nafas terus sampai akhirnya meninggal jam 11 malam,"
ujar Herman.
Baik Herman maupun istrinya mengaku tak tahu kenapa Reza jadi korban
‘Smack Down’. Sebab, sebagai orang tua, mereka selalu memilihkan
tayangan acara televisi yang baik untuk anak-anaknya.**(ern/asy)**

what will u get??

Saturday, November 18th, 2006

hari ini seorang teman,, mengatakan kepadaku :

What u give…. is what will you get…

dalam hati gw berpikir ,,, ada benernya juga kata2 itu… coba mari kita sama2 renungkan kata2 itu

AIRMATA RASULULLAH SAW…

Saturday, November 18th, 2006

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam."Bolehkah

saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku

sedang demam",kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya

pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"

"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah

lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan

pertemuan di dunia.

Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak

ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit

dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah

dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku

bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan  khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:

"Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,"

kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah

ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat le herny a menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya

menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"

Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan

lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,

jangan pada umatku."

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan

telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"

"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan

telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

NB:

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mengingat

maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

Wassalam

~ Caution ! ~ AS akan Menyerang Indonesia !!

Saturday, November 18th, 2006

Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia,
berapa
kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak
indonesia
dari kehadiran tentara AS di sana. Begitu memasuki perairan
dataran
indonesia, mereka akan di hadang pihak bea cukai karena membawa
masuk
senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin
dari
pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan "Uang Damai",
coba
hitung berapa besarnya jika bawaanya sedemikian banyak?????

Lalu
mereka mendirikan Base camp militer, bisa di tebak di sekitas base camp
pasti
akan di kelilingi oleh penjual Bakso, Tukang Es kelapa, lapak VCD
bajakan,
sampai obral Cel-Dam Rp. 10000 3 Pcs. & gt; Belum lagi para
pengusaha
komedi puter bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.

Kemudian
kendaraan-kendaraan tempur serta tank -tank lapis baja yang di
parkir dekat
base camp akan di kenakan retribusi parkir oleh petugas dari
dinas perpakiran
daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp.
10.000,- (maklum
tarif orang bule), berapa yang harus di bayar AS kalau
kendaraan & tank
harus parkir selama sebulan?!

Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan
AS harus menghadapi para Mr.
Cepek yang berlagak memperbaiki jalan sambil
memungut biaya bagi kendaraan
yang melewati jalan tersebut. Dan jika kendaran
tempur dan tank harus
membelok atau melewati pertigaan mereka harus
menyiapkan recehan untuk par a
Mr. Cepe.

Suatu kerepotan besar bagi
rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena
konvoi yang berjalan lambat
pasti akan di hampiri para pengamen, pengemis
dan anak-anak jalanan, ini
berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum
lagi jika di jalan bertemu
polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit
karena konvoi tanpa izin.
Bayangkan berapa uang damai yang harus di
keluarkan?

Di base camp
militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena
nyamuknya masya
Allah, gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang
sepi mereka akan di
kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya
mereka senang karena
bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan
tersebut akan sirna begitu
melihat para wanita ini & gt; punya bolong besar
di
punggungnya.

Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak
di lalui "Rudal
Kuning" yang di tembakkan penduduk setempat dari "Flying
helicopter" alias
wc terapung di atas sungai.

Pasukan AS juga tidak
bisa jauh jauh dari peralatan perangnya, karena di
sekitar base camp sudah
mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli
peralatan perang canggih
yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank canggih
mereka bakal siap
dikiloin. Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dgn
kunci T-nya siap
merebut jip-jip perang mereka yg kalau di dempul dan cat
ulang bisa di jual
mahal ke anak-anak orang kaya yg pengen gaya-gayaan.

Dan yang lebih
menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran karena tidak
bisa berganti
pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng
sedikit saja,
besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar jatinegara di
lapak-lapak pakaian
bekas.

Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga ketat, karena
para bandit
kapak merah sudah mengincar peralatan canggih itu. Dan mereka
juga harus
membayar sewa tanah yang di gunakan untuk base camp kepada haji
Husin, haji
mamat, dan engkong jai, para pemilik tanah. Di samping itu mereka
juga harus
minta izin kepada RT/ RW dan kelurahan setempat, berapa meja yang
harus di
lalui dan berapa banyak dana yang harus di siapkan untuk
meng-Amplopi
pejabat-pejabat ini.

Para komandan di pasukan AS ini juga
akan kena tugas tambahan mengawasi para
prajuritnya yang banyak menyelinap
keluar base camp buat nonton dangdut di
RW 06, katanya ada Inul di
sana.

Membayangkan ini semua akhinya diputuskan :
TIDAK AKAN ADA
NEGARA YANG AKAN
MENYERANG INDONESIA !!!

Info Kesehatan

Saturday, November 18th, 2006

1. BOTOL PLASTIK
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang
botol plastik  (Aqua, VIT etc) dan menaruhnya di mobil atau
dikantor.Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga
sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang
dipakai di  botol2 ini,Mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA).
Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih
lama, tidak boleh lebih dariseminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh
dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak
dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum.Lebih baik membeli
botol air yang memang untuk dipakaiber-ulang2, jangan memakai botol plastik.

2. PENGGEMAR SATE
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya.
Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari
hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker.
Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan
setelah makan sate.Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker)
tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen.Jadi jangan lupa makan timun
setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C.Karena ini akan menyebabkan
keracunan dari racun Arsenik (As) yang
merupakan proses reaksi   dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh
dan berakibat  keracunan yang fatal  dalam hitungan jam.

4. MIE INSTAN
Para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3
tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan,
jika Anda   akan   mengkonsumsinya lagi.Dari Informasi kedokteran, ternyata
tedapat   lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya
mengapa Mi Instan tidak  lengket satu sama lainnya ketika dimasak.
Konsumsi Mie Instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan
seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam
berkarir   sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak,
sehingga diputuskannya   untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari.
Akhirnya dia menderita kanker.Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan
karena adanya lilin Dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan
bahwa tubuh kita  memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk
membersihkan lilin tersebut.

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
konsumsi. Bagi sebagian besar orang,kemasan makanan hanya sekadar bungkus
makanan dan cenderung dianggap sebagai
"pelindung" makanan.Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis
bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan
makanan.Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan,
pengawetan,kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak
bahan yang digunakan sebagai  pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan
yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman
bagi
makanan yang  dikemasnya.Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang
perlu Anda  waspadai.

A. Kertas.
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang
sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung  timbal
(Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk
melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran  darah
dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati, otak,
saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala
3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan).
Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar
dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang  susah-susah
gampang.Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe
goreng yang Dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si
penjual.
Padahal Bahan yang panas dan berlemak mempermudah
berpindahnya  timbal makanan  tsb.Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan
jajanan tersebut di atas piring.

B.Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu  pilihan
yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini  membuktikan
bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer
styren ini menjadi pilihan
bisnis pangan karena mampu  mencegah kebocoran dan tetap
mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga
mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,
mempertahankan kesegaran dan keutuhan  bahan yang dikemas, biaya murah,
lebih aman, serta ringan.Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah
Jepang
mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu
itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang
terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi
manusia akibat  bahan
kimia karsinogen dalam makanan.
Disunting dari beberapa sumber.

JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN DAN KIRIMKAN TULISAN INI SEBANYAK MUNGKIN
KEPADA SAHABAT ANDA.

mati suri

Monday, November 13th, 2006

KISAH NYATA

Ini tulisan saya di harian pagi Riau Pos, Ahad 1 Oktober
2006. semoga
bermanfaat

Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam
Temu Alumni ESQ
”Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke
Dunia”
Laporan Idris Ahmad - Pekanbaru

Pengalaman mati suri seperti
yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang.
Seorang peneliti dan
meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr Raymond A
Moody
pernah meneliti fenomena ini.
Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki
pengalaman yang hampir sama.
Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke
dunia.

Berikut catatan Riau Pos yang turut serta mendengarkan kesaksian

Aslina dalam temu Alumni ESQ (emotional, spiritual, quotient) Ahad
(24/9)
di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Catatan ini dilengkapi
pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan
Sugimin yang mengutip Al-Quran
yang menjelaskan orang yang mati itu ingin
dikembalikan ke dunia, serta
penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond.
Bagi pembaca yang ingin
mengetahui perihal Dr Raymond dapat
membuka situs www.lifeafterlife. com dan
hasil penelitian Raymond
tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After
Life.

Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006
lalu.
Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat
nyawanya
dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan
penjelasan pembuka.
Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim.

Sejak kecil cobaan telah datang kepada dirinya.

Pada umur tujuh
tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi.

Menjelang usia SMA ia termakan racun.
Tersebab itu ia menderita selama
tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) .
Gondok
tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya.
Karena
penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas

gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia.

Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa
dioperasi.

”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘ jelas
Rustam.
Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap
lemah.
Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa
Aslina kembali ke
Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit
gawat darurat (UGD),
saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak.Lalu ia
dibawa ke luar UGD masuk ke ruang
perawatan. ”Aslina seperti orang ombak
(menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat
thoyyibah dan
syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas
terakhir,
” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan
kesaksiaanya.

”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon
penghuni
kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh
hadirin
yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru
tersebut
membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga
menasehati
jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati
datang.
”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu.
Hadirin
terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya
kulit
hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit
lagi.

”Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,”
tambahnya.
Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah.

”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak,
Bu,”
ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ
Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia
menyaksikan di
sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat
jasadnya yang terbujur.
Setelah itu datang dua malaikat serba putih
mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina.
”Malaikat itu besar, kalau
memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina
mencerita
pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu,
apa agamamu,
dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.
" Ruh Aslina
menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar.
Lalu ia dibawa ke alam barzah.
”Tak ada teman kecuali amal,” tambah
Aslina yang Ahad malam itu berpakaian
serba hijau.

Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah,
tapi malam
itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah.
Di
alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang
mukanya
berkudis, badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin
sosok
itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.

Aslina
melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia
mengajak hadirin
untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput.

Di alam barzah, ia
melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat.
Saat
itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya.
Lalu ia memanggil malaikat itu
dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu
dengan ayah saya,”
tanyanya.
Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang
berusia antara 17-20 tahun itu.
Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65
tahun.
Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina
mengucapkan salam ke
ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah
sampai.” Mendengar itu ayah saya saya menangis.
Lalu ayahnya berkata kepada
Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab.

”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”.

Usai
menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada
hadirin bahwa
alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada.

”Alam barzah, akhirat,
surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah
kekal,” ujarnya bak seorang
pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut
menunduk.
Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan
yang
beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa
kursi
yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat
seorang perempuan
yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya
kepada perempuan itu.
”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah
(amal) kamu.”

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya
berjalan
menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa.

Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500
ton,
tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya
menjijikkan.
Ruh Aslina bertanya kepada amalnya.
”Siapa manusia ini?”
Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina
bertanya lagi ke amalnya
tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa
manusia tersebut tidak pernah shalat
bahkan tak bisa mengucapkan dunia
kalimat syahadat ketika di dunia.

Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina
manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya.
Ternyata orang itu adalah manusia
yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh,
manusia itu ketika hidup
suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh
Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan,
setiap tusukan terdapat 80
mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah,
orang tersebut
menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya.

Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh.

Tampak
pula orang berkepala babi dan berbadan babi. Orang tersebut adalah orang yang
suka
berguru pada babi. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu
dibunuh.
Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara
orang tuanya ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus
berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap,
kelam dan sangat pekat
sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak.
Tiba-tiba
muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu
Akbar.
Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu
ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.

Perjalanan berlanjut. Ia
nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya,
di belakang
tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas.
Ruh
Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut
adalah husnul
khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang
baik.
Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan
(berbuat) baik,red).

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti
azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya.
”Saya mau shalat.” Lalu
dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina.

”Saya pun
bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina.

Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu
diperlihatkan pula kepada ruh Aslina,
makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam
tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak
”husnul khatimah” itu
mengeluarkan cahaya terang.
Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari
tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina.
”Tolong kau
sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”

Selanjutnya ruh
Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu
lapangan
yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari
kumpulan manusia itu.
Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku
tak tahan lagi di sini Ya Allah.”
Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolong
kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”

Begitulah di antara cerita
Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri.
Dalam
kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni
ESQ
itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan
Allah.

Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin
yang telah mendapat lisensi
dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus
penemu metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa
fenomena mati suri dan apa
yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat.

Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada
Ahad (24/9) malam
itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian
Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya,
rata-rata orang yang mati suri merasakan
dan melihat hal yang hampir sama.

”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin
bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua,
” ujarnya.Legisan
menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang mati suri.
Raymond
mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia
melihat rekaman
seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan
diakhir pengakuan orang mati suri itu berkata:
”Dan aku ingin agar aku
dapat kembali dan membatalkan semuanya.”

Menanggapi kesaksian Aslina
yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan
ingin
beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat
kembali dan
membatalkan semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat
Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir
itu), Hingga apabila datang kematian kepada seseorang
dari mereka, dia
berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat

amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah
perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan
mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).

Sebagai
penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat
39:
”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya
sebelum datang azab
kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong
(lagi).”

Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari
Legisan.
Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan
menyampaikan kesaksiaannya
saat mati suri kepada masyarakat agar mereka
bertaubat dan senantiasa mentaati perintah Allah
dan menjauhi larangan-Nya.
Setelah acara, banyak di antara alumni yang bersimpati dan ingin membantu

pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto
bersama Aslina.

Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan

Aslina.***

lagi UTS

Monday, November 6th, 2006

temen2 doain aku ya.. sekarang aku lagi UTS

oya.. maafkan segala kesalahanku…

buat some1.. yg mau nikah… selamat menempuh hidup baru!!! semoga kmu bahagia.. amien