KAGUM MELIHAT CICAK MENYAMBUT RIZEKI

Cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap. Datang seekor nyamuk, Hap..!
lalu ditangkap
Inilah sebait lagu yang sangat populer di kalangan anak-anak balita,
sebuah lagu yang sederhana tetapi lagu tersebut dapat menyatu dalam
kehidupan anak-anak kita.
Kenapa saya jadi teringat lagu tersebut? Sebab ketika hari sudah menjelang
malam, dan ketika saya mau memejamkan mata untuk beristirahat, tiba-tiba di
dinding kamar terlihat seekor cicak yang merayap dari tempat
persembunyiaannya menuju ’suatu’ tempat tertentu. Dan …hap! cicak tersebut
telah menangkap seekor nyamuk yang datang `menuju’ dirinya.
Peristiwa ini tampaknya biasa saja, seperti peristiwa lainnya yang sering
kita saksikan dalam kehidupan ini. Tetapi kalau kita cermati lebih lanjut,
maka tampaklah sesuatu yang istimewa dalam lagu ini. Dan tentu kita menjadi
kagum kepada penciptanya.
Point penting yang terdapat dalam syair lagu tersebut adalah, bahwa nyamuk
sebagai makanan dari cicak, justru dia yang aktif menuju/mendekati mulut
cicak. Andaikata nyamuk tidak terbang menuju cicak, maka secara logika tidak
akan mungkin cicak bisa mendapatkan rezekinya. Sebab nyamuk memiliki sayap
dan ia bisa terbang dengan gesitnya, sementara cicak tidak bisa terbang, dan
hanya bisa merayap saja.
Cicak hanya akan bisa menangkap seekor nyamuk, sebagai rezeki yang dikirim
oleh Allah Swt, apabila ia mau berusaha dengan cara merayap, menggerakkan
dirinya ke arah yang tepat. Yaitu di sekitar manakah posisi ‘rezeki’ itu
berada.

Leave a Reply