Mengelola Sampah Di Sumbernya, Rumah Tangga

Mengapa Sampah Harus Dikelola ?
Setiap
hari manusia menghasilkan sampah, baik berupa sampah yang dibuang di
rumah tangga, lingkungan fasilitas umum - seperti alun-alun dan pasar
maupun sampah industri - yang bermacam-macam bentuk dan jenisnya.
Sampah jika tidak diurus dan dikelola dengan baik dapat menyebabkan
masalah lingkungan yang sangat merugikan. Sampah yang menumpuk dan
membusuk didekat tempat hidup manusia dapat menjadi sarang kuman dan
binatang - yang dapat mengganggu kesehatan manusia baik badan maupun
jiwa, serta mengganggu estetika lingkungan karena terkontaminasi
pemandangan tumpukan sampah dan bau busuk yang menyengat hidung.

Bagaimana Mengelola Sampah ?

Berikut
ini adalah hal-hal yang wajib diperhatikan dalam mengelola tempat
sampah rumah tangga / tempat pembuangan sampah pribadi di rumah-rumah,
sebagaimana disarankan standar kesehatan :

1. Pisahkan sampah
kering – hasil indutsri / non organik ( undegradable material) dengan
sampah basah- alami/ organik ( degradable material) dalam wadah
plastik. Maksud pemisahan ini karena sampah organik akan membusuk dalam
waktu kurang dari 24 jam (tanpa aerasi yang baik ) sehingga jika
tergabung dengan sampah an-organik akan menjadikan semua bahan
tercemari dan sulit guna di daur ulang sendiri maupun oleh pihak lain.

2. Tempat sampah harus terlindung dari sinar matahari langsung, hujan, angin, dan lain sebagainya.
3.
Hindari tempat sampah menjadi sarang binatang seperti kecoa, lalat,
belatung, tikus, kucing, semut, dan lain-lain dengan menempatkannya
dengan jarak tertentu diatas permukaan lantai,
4.
Buang sampah dalam kemasan plastik atau fiber- yang tertutup rapat agar
tidak mudah berserakan dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Selain
itu juga memudahkan dalam pengambilan sampah. Jangan biarkan pemulung
mengobrak-abrik sampah yang sudah rapi dengan cara memisahkan antara
sampah organic ( sisa makanan berupa sayuran dan bahan alami lainnya)
dengan sampah an-organik ( plastic, kaca, kaleng)- yang umumnya diburu
para pemulung.
5.
Tempat sampah harus tertutup aman dari segala gangguan namun mudah
dijangkau untuk kepentingan upaya menjaga kebersihan maupun uapaya daur
ulang sampah melalui pengomposan.

Terbatasnya informasi dan
pemahaman masyarakat akan perbedaan sampah organik dan an-organik,
tempat sampah harus disertai dengan keterangan daftar nama dan gambar
yang memudahkan semua lapisan masyarakat – termasuk anak-anak belajar
membedakan kedua jenis sampah tersebut.

Tempat Sampah Terpilah BerSeka ini
menyajikan semua kepentingan standar kesehatan diatas sehingga layak
dimilki semua keluarga yang mendambakan kesehatan keluarga.

Berapa Banyak Alat dan Berapa Nilai Alat Instalasi Pengelolaan Sampah ?

Kapasitas 1 Unit Tempat Sampah Terpilah (TST)
ini adalah 5 liter, atau setara dengan kebutuhan suatu rumah tangga
kecil ( 5 jiwa)/ hari. Rata-rata keluaran sampah di Indonesia 2,6
liter/jiwa/hari dibagi menjadi 2 ( dua) jenis sampah ( organik dan
an-organik) sehingga dikurangi sampah terbuang diluar rumah dapat di
kalkulasi sampah organik terbuang 5 jiwa di rumah adalah 5 liter.

Pada
program pengolahan sampah di sumber, 500 sampai 1000 Keluarga (KK)
kemudian dilayani oleh masing-masing 1 Unit Motor kolektor BerSeka
secara berbeda antara Motor sampah Organik dan an-Organik. Kemudian
setiap Instalasi memiliki 1 (satu) Unit Komposter Rotary Klin
berkapasitas 1500 sd 2000 liter ( 1 Ton) dengan kemampuan mengolah
sampah menjadi kompos dalam 5 hari. Dengan demikian, paket Instalasi Pengolahan Kompos Kota (IPKK)
akan terdiri dari 500 sd 1000 ( seribu) Tempat Sampah Terpilah (TST), 2
( dua) Unit Motor Kolektor Sampah (MKS) dan 5 ( Lima) Unit Komposter Rotary Klin BioPhosko kapasitas 1 Ton.

Apa dan berapa nilai Rp - yang akan anda peroleh sebagai pengelola IPKK ?

Sekurangnya anda akan peroleh :

1. Hasil Kompos ( amilioran pembenah tanah) sebanyak 50 % dari berat sampah atau 1 ton sampah ~ 3 m3 akan menghasilkan Kompos 500 kg x Rp. 500- Rp 1000/kg atau senilai Rp. 500.000,- sd Rp 1.000.000,-~ Rp 15.000.000,-/bulan

2.
Pupuk Organik Cair (POC) sekitar 50 liter ( generik tanpa merk @ Rp
10.000,-) atau senilai Rp 500.000,- atau Rp 15.000.000,-/bulan,
3. Sampah An-Organik ( plastik, logam, dst ) sekitar @ 1 kg/ Rumah atau sebanyak 1000 kg dengan nilai belum dihitung (PM),
4.
Retribusi kebersihan atau iuran kebersihan warga- yang biasa dikumpul
di Indonesia oleh setiap RT/RW dengan rata-rata @ keluarga Rp 20.000,-
sd Rp. 50.000,- /bulan atau untuk setiap IPKK/ 1000 KK akan hasilkan
minimal Rp 20.000.000,-/ bulan,


Total Pendapatan IPKK / bulan sekurangnya = Rp. 50.000.000,- ( Lima Puluh Juta Rupiah)

Sungguh suatu pendapatan yang fantastis jika mengingat modal dan tenaga kerja yang relatif tidak perlu modal besar.

Perkiraan modal yang dibutuhkan :

1. R Klin 5 Unit @ Rp. 15.000.000,- = Rp. 75.000.000,-

2. Tempat Sampah Terpilah (TST) 1000 unit @ 395.000.000,- yang dapat menjadi beban setiap Rumah,

3. Motor Roda Tiga 2 Unit Rp 35.000.000,-

Total
Modal minimal jika TST dibebankan ke setiap Rumah = Rp 110.000.000,-
atau jika Tempat Sampah Terpilah menjadi Investasi anda akan diperlukan
modal Rp 505.000.000,- Tentu saja kalkulasi ini belum menghitung modal
kerja bagi setiap proses pengolahan 1 ton sampah organik bahan kompos.
Namun dengan analisa sederhana anda bisa menghitung jika setiap 1 Ton
sampah organik akan membutuhkan 1 kg ( 1 / 1000 dari bahan sampah 1
Ton) Green Phoskko Compost Activator dan 30 kg ( 3 % bahan sampah 1 Ton ) Mineral Bulking Agent Green Phoskko senilai ke-2 nya adalah Rp 115.000,- saja.

Bagaimana Mendapatkan Uang Bagi Modal Itu ?

Pembaca,
saat ini perusahaan memerlukan media promosi efektif agar produknya
mendapat "awareness" konsumen. Semua alat perlengkapan IPKK dapat
ditawarkan kepada setiap perusahaan menjadi media Iklan produk yang
cocok seperti sabun, sabun cuci, produk berorientasi kesehatan (
pembersih lantai, pembersih rumah dari hama/nyamuk, dst) serta produk
lainnya.

Disamping dijual ke perusahaan digunakan iklan, dapat
juga dana Pembinaan Lingkungan BUMN ( PKBL BUMN) seperti Telkom, ANTAM,
PT PGN ( Persero) serta perusahaan swasta yang berorientasi dan
memerlukan pada pencitraan lingkungan atau sebagai suatu persyaratan
dalam mendapatkan sertifikat ISO 14002.

Belum lagi alternatif
pembiayaan yang dapat dilakukan dengan cara memusyawrahkan pada level
RT/RW setempat, dimana investasi dibebankan kepada warga atau RT/ RW
membentuk Koperasi Warga.

Layanan Informasi dan Pembelian Produk Bisa Didapatkan Di Agen & Outlet PT CVSK Di Wilayah Indonesia dan Semenanjung,  klik Daftar Alamat Agen CVSK Disini

Dalam
pengalaman usahawan UKM Mikro di Bandung, sebenarnya modal terbesar
adalah tekad kuat berkeinginan mengusahakan Instalasi Pengelolaan
Kompos Kota (IPKK) dengan motivasi mendapatkan laba sekaligus ikut
serta menjaga lingkungan agar tetap asri dan bersih serta menghasilkan
pupuk organik bagi kepentingan tanaman pekarangan bagi pengusahaan
tanaman obat dan bunga maupun bagi kepentingan para petani pada
umumnya. Sekali lagi bahwa tekad yang kuat telah dipancangkan, pantang
mundur maka kemudahan akan didapatkan.+++++++++++)

One Response to “Mengelola Sampah Di Sumbernya, Rumah Tangga”

  1. beny Says:

    salam kenal…aku orang yg sllu penasaran dengan namanya sampah n pihatin melihat bumi ini penuh dengan sampah….aduh aduh apa jadinya bila sampah terus meningkat………?????????????//

Leave a Reply